Pijat atau massage berasal dari bahasa Yunani yaitu “masso” yang berarti menyentuh, meremas atau menguleni (adonan). Pijat biasa dilakukan untuk mengurangi rasa tegang atau sakit pada otot. Pertanyaan utamanya, kapan waktu yang tepat untuk dipijat, sebelum atau sesudah olahraga?

Massage Sebelum Olahraga

Pijat sebelum olahraga membantu perenggangan dan pemanasan pada otot. Otot-otot yang telah direnggangkan membantu Anda lebih fleksibel ketika berolahraga dan mencegah terjadinya cedera pada otot. Selain terhadap fisik, pijat sebelum olahraga memberikan dampak terhadap psikologis. Menurut sebuah studi, pijat sebelum olahraga dapat mengurangi rasa stress, tegang, dan cemas sehingga Anda dapat lebih santai dan fokus dalam berolahraga. Pijat yang tepat dilakukan sebelum olahraga adalah pijatan yang lebih lembut dengan tekanan yang lebih ringan untuk menghindari rasa sakit pada otot.

Massage Sesudah Olahraga

Pijat sesudah olahraga dapat meredakan rasa sakit pada otot. Sebuah studi menemukan bahwa pijat setelah olahraga memengaruhi dua gen khusus di dalam sel otot. Gen pertama mengurangi peradangan dengan mengurangi peradangan yang bekerja seperti obat pereda rasa sakit. Sementara itu gen kedua memproduksi mitokondria, sumber tenaga sebuah sel, untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh sel untuk beregenerasi. Tidak seperti es atau obat pereda nyeri, pijat (massage) tidak menghalangi proses penyembuhan otot. Pijat sebaiknya dilakukan langsung setelah berolahraga yang berat.

Massage: Sebelum atau Sesudah?

Melihat penjelasan di atas, pijat dapat dilakukan sebelum atau sesudah olahraga sesuai kebutuhan Anda. Jika Anda ingin rileks dan fokus ketika berolahraga, maka pijat sebelumnya akan membantu Anda untuk lebih santai. Jika Anda berencana untuk melakukan olahraga yang berat, maka pijat langsung sesudahnya akan membantu Anda mengurangi rasa nyeri pada otot.